Foodies

Ragam Menu Iftar Khas Dunia: dari Hummus sampai Kunafa

Jakarta (KABARIN) - Puasa Ramadhan di bulan kesembilan kalender Hijriyah dilaksanakan umat Muslim seluruh dunia mulai dari subuh hingga matahari terbenam dan diakhiri dengan makan makanan khas berbuka puasa di malam hari atau iftar.

Ditulis laman News18, Jumat, hidangan iftar khas berbagai negara Mediterania, Timur Tengah, dan Balkan memiliki makna budaya dan komunal yang mendalam. Sebagai hidangan pembuka atau mezze, dirancang agar ringan, bergizi, dan mudah dicerna setelah seharian berpuasa.

Di antaranya ada Baba ghanoush pilihan hidangan mezze gurih dan kaya rasa yang populer selama Ramadhan, berupa saus celup berbahan dasar terong dengan aroma asap yang dibuat dengan memanggang terong hingga lunak. Hidangan ini dimakan dengan cara dicampur tahini, minyak zaitun, bawang putih dan lemon.

Selain itu ada Hummus yakni saus kental dan lembut yang terbuat dari buncis dihaluskan, tahini, bawang putih dan perasan lemon. Makanan ini kaya akan protein dan lemak sehat, disajikan dengan roti pita atau sayuran segar, sehingga mengenyangkan dan mudah dicerna.

Kawasan Timur Tengah juga identik dengan hidangan dolma, yang terdiri atas sayuran seperti daun anggur, zucchini, atau terong yang diisi dengan campuran beras, rempah-rempah, dan bumbu yang harum.

Sering disajikan hangat atau pada suhu ruang, dolma adalah hidangan buka puasa yang nyaman dan lezat.

Hidangan utama saat iftar

Setelah puas dengan hidangan pembuka, masyarakat Mediterania biasanya mengenyangkan perut dengan hidangan utama yang memberi energi dan nutrisi, seperti nasi Biryani yang dimasak dengan beras basmati, daging, dan rempah-rempah aromatik.

Biryani merupakan hidangan favorit selama Ramadan di seluruh Asia Selatan karena kekayaan rasanya dan kemampuannya untuk memberi makan banyak orang.

Sementara di negara Maroko, Tangine domba menjadi hidangan saat iftar, berupa semur yang dimasak perlahan dalam panci berbentuk kerucut, dengan rempah-rempah seperti ketumbar, jinten, dan kayu manis bersama dengan sayuran dan buah-buahan kering.

Hidangan khas Timur Tengah lainnya yakni kabsa, terbuat dari beras butir panjang, daging, dan rempah-rempah seperti kapulaga dan saffron. Dikenal karena aromanya yang harum, hidangan ini sering disajikan ala keluarga selama Ramadhan.

Adapula hidangan nasi yakni Maqluba, yang berarti “terbalik” dalam bahasa Arab, disajikan secara unik di mana daging, sayuran, dan nasi ditata berlapis-lapis dan dibalik ke piring saji. Dihiasi dengan almond atau kacang pinus, hidangan ini tidak hanya menarik secara visual tetapi juga sangat memuaskan.

Hidangan penutup

Melengkapi hidangan iftar setelah seharian berpuasa, hidangan manis merupakan bagian penting untuk dinikmati bersama keluarga sebagai hidangan penutup.

Qatayef hadir dalam bentuk kue kering lembut mirip pancake yang diisi dengan keju manis atau kacang-kacangan, kemudian digoreng atau dipanggang dan direndam dalam sirup.

Gulab jamun yang merupakan pangsit lembut berbahan dasar susu yang direndam sirup gula juga menjadi hidangan penutup populer di seluruh Asia Selatan.

Ada juga baklava, yang merupakan hidangan terdiri dari lapisan kue phyllo yang renyah berisi kacang cincang dan diberi pemanis sirup.

Terakhir ada kunafa, yang terbuat dari adonan kue yang disobek-sobek dan dilapisi keju atau krim lalu direndam dalam sirup, sering dianggap sebagai mahkota hidangan penutup Ramadan.

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: